Selamat datang di blog portofolio, jurnal, dan catatan harian AzzamArifin.web.id

Selalu Deg-degan Tiap Nonton Arema

3 kali nonton Arema di Piala Gubernur kali ini, jantung selalu dag dig dug. Lebay, zam! Biasa lah kalau lihat tim yang didukung pasti rasanya lain.

Bukan! Bukan itu.

Deg-degan itu karena lihat gaya mainnya Arema: kasar!

Match pertama lawan Sabah FA. Saya kaaget Mario Gomez menyuruh tim ini untuk main layaknya final turnamen besar. Seluruh pemain, tak terkecuali, bertarung layaknya akan merebut trofi besar.

Lho katanya mau membentuk tim? Gimana sih!

Tapi its okey, mungkin ini bagian dari keinginannya melihat semua pemain wajib kerja keras.

Match kedua, kontra Persela. Ternyata sama juga. Ini apa-apan sih? Bukan main lebih taktis, malah lebih bar-bar.

Kalau match pertama saya takut pemain Arema yang cedera, kali ini saya takut pemain lawan yang kenapa-kenapa. Kasian lo, baru juga pramusim udah dihajar kayak gini.

Saya sampai cek di akun IG nya persela. Memang banyak sih yang menghujat timnya yang memang buruk, tapi tak sedikit juga yang mengkritik permainan Arema yang kasar.

Match ini, kalau situasi normal, pemain Arema bisa kena kartu kuning berjibun.

Sekarang ini, match lawan Persija masih berlangsung. Saya tutup youtube, pilih nulis disini. Kenapa? Karena sik pancet ae, tak berubah.

Pemain Arema kayak punya satu cara saja untuk bisa merebut bola, yaitu pelanggaran.

Terus kalau pegang bola, pasti tak lama. Bauman pegang bola, lainnya cuma bengong liatin tak mau buat pergerakan.

Ah, entahlah! Saya tak yakin ini cara yang Anda sukai bes ebes Gomez. Memang sih bola Malangan terkenal keras dan penuh fight.

Tapi tim yang anda pegang dulu mainnya bagus lo, taktis dan efektif.

Come on, coach!

0 Komentar