Selamat datang di blog portofolio, jurnal, dan catatan harian AzzamArifin.web.id

Semua Tergantung Pada Mario Gomez, Mau Dibikin Seperti Apa?

Mengakhiri turnamen pramusim dan menjelang detik-detik kick-off Liga 1, saya berpendapat berhasil tidaknya Arema FC musim ini hanya bergantung pada satu sosok, yaitu Mario Gomez.

Mengapa saya berpikir seperti itu?

Karena semua pemain sudah menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Karakter mereka seperti apa seharusnya sudah dibaca Gomez dengan baik.

Jujur, permainan Arema sampai laga terakhir pramusim ini masih belum padu. Tapi itu sudah prestasi luar biasa tim pelatih jika dilihat banyaknya pemain baru di tubuh tim ini.

Yudo misalnya. Banyak yang menyimpulkan pemain ini masih tidak konsisten. Kadang bagus, kadang biasa-biasa saja. Padahal tidak demikian. Dia seperti bingung kalau ditaruh di posisi yang tidak pas. Terutama jika waktu ia bermain, ada Alderete dan Baumann di depan, dia seperti serba salah menempatkan posisi.

Dia tipikal pemain yang semaunya sendiri. "Bebaskan saya di lini depan, maka saya garansi hasil bagus untuk tim!" Kira-kira seperti itu keinginannya. Meskipun jika dilihat dari kebutuhan tim, pemain model seperti ini tidak terlalu diinginkan pelatih dalam skema teamwork. Tapi sekali lagi, tinggal bagaimana Gomez memoles pemain berbakat satu ini.

Lalu ada Dave Mustaine. Saya terkesan dengan penampilan orang baru asal Sidoarjo ini. Bahkan, terlihat visi bermainnya di atas pemain Arema lain. Ini terlihat dari beberapa passing kunci ke pemain depan, naluri tendangan jarak jauh yang bagus, dan berani menahan bola cukup lama. Menurut saya, Gomez perlu memberi jaminan satu tempat inti kepada pemain ini bersama In Kyun dan Hendro di tengah.

Dan banyak pemain lain yang sudah menunjukkan karakternya masing-masing. Sekarang, aremania pasti sangat menunggu racikan mautnya untuk membawa tim ini berprestasi di 2020.

0 Komentar