Jam gantung yang dibuat sendiri oleh istri saya, di atas sebelah kanan saya itu, sedang menunjuk pukul 9 lebih 5. Sepi suasana malam ini. Hari-hari biasa saja depan rumah sudah sepi, ditambah himbauan tetap di rumah yang entah sampai kapan selesai, membuat suara jangkrik-jangkrik itu terdengar lebih keras.
Masih ada 4 tulisan yang ingin saya kerjakan. Yang satu tulisan tentang tugas siswa besok pagi, sisanya artikel yang akan saya posting di blog. Entah nanti selesai jam berapa, tapi saya memilih menulis dulu di sini.
Ada satu hal yang membuat saya tergoda menulis di blog pribadi ini, ketimbang memulai empat tulisan di atas. Tadi, waktu buka youtube, beranda saya mendadak banyak konten video tentang cara atau tips mengajar siswa secara online.
Kulihat waktu penayangan video itu. Ternyata puluhan video itu baru diupload rata-rata seminggu yang lalu. Itu berarti masih baru semua. Saya lalu berpikir, apakah ini dampak dari banyaknya guru yang sekarang harus lebih banyak diam di rumah?
Mungkin saja iya. Sebab membuat konten di youtube, adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Lebih jauh, saya lantas berpikir, apakah adanya Covid-19 ini membawa dampak melesatnya kemampuan teknologi guru-guru kita?
Tentu saya tidak bermaksud ingin berlama-lama dengan masa harus di rumah aja ini. Tapi melihat jumlah penonton video tutorial itu yang sudah puluhan ribu, maka satu saya mencoba menyimpulkan: inilah momen kebangkitan guru-guru dalam menguasai IT!
Sudah rahasia umum, kalau guru-guru kita (maaf) banyak yang gaptek. Kalah jauh, sangat jauh, bahkan dengan siswanya sendiri. Tapi dengan kesempatan untuk selalu di rumah, dimana guru juga berkewajiban mengajar secara online, maka mau tak mau harus mencoba menggunakan teknologi.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada guru-guru hebat yang sudah membikin tutorial di youtube, bolehlah kusebut guru youtuber, atas kreativitas anda membuat konten-konten bermanfaat. Meskipun, sebagai sesama pemain online pasti tahu, cuan dari adsense pasti salah satu motivasinya. Tapi apakah itu salah? Apakah memanfaatkan pandemi untuk buat konten tutorial belajar online (yang pasti viral) itu salah? Ya gak lah! Tuh yang salah yang nimbun masker, atau yang suka nyelipin uang donasi!
Sekali lagi, saya salut. Bisa saja, konten yang anda buat kelak menjadi sebuah monumen yang menjadi saksi atas kebangkitan IT guru-guru Indonesia. Saya mungkin agak berlebihan, tapi kemungkinan akan hal itu ada.
Apalagi kalau dibandingkan dengan pembuat konten blog, seperti saya, upaya anda jauh lebih kena sasaran. Banyak kok yang lebih suka nonton, ketimbang baca. Pingin juga sih, saya memulai bikin konten video. Tapi, ah sudahlah. Saya teruskan menulis saja.
Untuk saat ini, biarkan kita berupaya di jalan masing-masing.
Salam Literasi.

0 Komentar