Hari ini saya mengikuti Workshop PGRI di Gedung PGRI Kabupaten Malang dengan tema "Transformasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka". Sedari awal sudah membayangkan kalau kegiatan ini akan berjalan biasa-biasa saja. Banyak yg santai di mushola, tidak masuk ruang acara.
Termasuk saya tadi.
Gedung Pepen, sebenarnya adalah Gedung PGRI Kabupaten Malang. Terletak di daerah Pepen sehingga orang lebih banyak yang menyebut gedung milik guru di Kabupaten Malang ini sesuai nama daerahnya.
Sekarang saya sedang mendengarkan moderator sedang bertanya:
"Jam berapa kita akan selesai?"
Ternyata moderator meminta kesepakatan peserta tentang waktu acara ini. Akhirnya disepakati acara ini akan selesai pkl 11.30.
Pembicara pertama adalah Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Suwaji. Yang saya ingat dari beliau adalah program SPN yang menjadi program unggulan Pak Bupati. Lalu mau ada program baru namanya adalah Bapak Asuh. Yaitu guru ditugaskan untuk mengawal pendidikan anak-anak putus sekolah.
Saya membayangkan kebijakan ini sulit berjalan efektif, melihat tugas guru yang semakin kesini semakin banyak. Apa bisa kalau ditambah dengan tugas yang lebih banyak dilakukan di luar sekolah ini?
Narasumber workshop ini adalah Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Malang. Beliau mengawali paparannya dengan mengajak peserta mengikuti permainan.
Sudah 45 menit. Masih ice breaking. Ada 10 orang sial yang disuruh maju ke depan untuk memainkan permainan dari narasumber. Ada perwakilan dari Ngajum, ada juga dari Gedangan, dan ada dari Kalipare.
Bagi saya pribadi, sesi seperti ini ialah yang paling menakutkan. Lolos dari sesi ice breaking ini, biasanya akan aman sampai selesai.
Oke, sekarang 10.05. Sepertinya materi akan segera disampaikan. "Mengapa pengelolaan kelas yang bermutu dan efektif itu penting?" Itulah slide pertama yang ditampilkan narasumber. Beliau memaparkan tentang pentingnya kreativitas mengelola kelas agar siswa menjadi tidak bosan dan senang belajar.
Saya memang tidak fokus pada materi yang disampaikan, dan memutuskan turun ke bawah di mushola untuk berkumpul dengan teman guru lain yang berada di sana.

0 Komentar