Pekan yang sangat sibuk! Pameran Gelar Karya Dinas Pendidikan kali ini benar-benar memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Saya berperan sebagai anggota panitia di bidang pengumpulan karya. Meskipun mungkin terdengar seperti peran kecil, kenyataannya saya harus berjuang melawan waktu dan tenaga untuk memastikan bahwa karya-karya terbaik dari semua sekolah di Kecamatan Ngajum dapat terkumpul dengan baik. Karya-karya ini bukan sembarangan—ini adalah karya terbaik yang telah melalui proses penjurian pada hari Minggu sebelum hari H. Jadi, saya merasa bangga bisa membawa karya-karya kebanggaan daerah kami untuk dipamerkan.
Pameran ini diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Malang, mulai dari Rabu hingga Kamis, tanggal 18 dan 19 September 2024. Tempatnya sangat ikonik, dan saya langsung membayangkan betapa pentingnya acara ini bagi semua yang terlibat, termasuk para guru yang telah berusaha maksimal untuk menghasilkan karya mereka. Mulai Selasa pagi, kami sudah mempersiapkan segalanya. Sesuai agenda, stan pameran baru boleh mulai didirikan sekitar jam 3 sore. Jadi, kami menghabiskan pagi dan siang hari dengan perencanaan, pengecekan, dan memastikan semua yang kami butuhkan siap untuk diangkut.
Sekira pukul 3 sore, kami berangkat menuju pendopo. Setelah sampai, perjuangan sesungguhnya dimulai. Saya dan tim, yang terdiri dari rekan-rekan lainnya, mulai menata stan Korwil Ngajum. Sederhana kedengarannya, tetapi menyiapkan stan pameran itu seperti memecahkan puzzle yang rumit. Kami sempat panik ketika melihat ukuran stan tidak sebesar yang kami perkirakan. Ini agak menyulitkan sebab konsep "pelayanan" yang kami usung akan terhambat karena penataan meja tamu yang kurang baik. Untungnya, kami dapat menemukan solusi dengan cepat, seluruh tim menata sedemikian rupa sehingga penataan sesuai yang kami harapkan.
Kami akhirnya selesai mendirikan dan menata stan pukul 23.30 malam. Bayangkan, dari sore hingga malam! Rasanya seperti maraton, dan kelelahan yang saya rasakan tidak bisa diungkapkan. Namun, melihat stan yang berdiri tegak dengan semua karya terbaik dari Ngajum membuat semua usaha itu seolah terbayarkan. Ada rasa puas tersendiri melihat karya-karya itu dipamerkan. Tema "Digital Etnik" yang kami pilih terlihat jelas di atas stand.
Hari Rabu, hari pertama pameran, pengunjungnya sangat ramai. Bahkan dari pagi, stan kami sudah dipenuhi orang-orang yang penasaran dengan karya dari Kecamatan Ngajum. Guru-guru, siswa-siswa, bahkan orang tua, datang dan melihat-lihat. Mereka memberikan apresiasi, bertanya tentang proses pembuatan karya, bahkan ada yang mengambil foto karya untuk dijadikan referensi. Jujur, saya sempat merasa kewalahan karena arus pengunjung yang banyak, terutama pada malam hari. Tetapi ada rasa senang yang sulit dijelaskan. Kerja keras kami jadi terasa berharga ketika melihat apresiasi dari begitu banyak orang.
Karena kami sebagai anggota panitia juga manusia biasa yang butuh istirahat, kami bergantian berjaga di stan. Kami memiliki basecamp berupa tenda kecil di dekat mushola yang menjadi tempat kami untuk melepas lelah dan makan siang. Saya masih ingat saat jam makan siang tiba, dan saya duduk di atas tikar dengan makan bersama rekan lainnya. Rasanya sangat nikmat makan bersama rekan-rekan seperjuangan, sambil ngobrol tentang betapa capek tetapi menyenangkannya pengalaman hari itu.
Hari kedua, Kamis, suasananya masih meriah. Meskipun sudah agak kelelahan, saya tetap semangat karena tahu pameran ini penting untuk menunjukkan betapa kreatifnya guru-guru di wilayah kami. Hingga pameran berakhir pada pukul 13.00, kami masih menerima banyak pengunjung. Ada satu momen yang sangat berkesan-saat seorang anak kecil melihat salah satu karya berupa media pembelajaran interaktif dan berkata, "Aku mau bikin kayak gini kalau sudah besar nanti." Ucapan polosnya itu membuat saya terharu. Kadang kita tidak sadar bahwa hal-hal kecil yang kita lakukan hari ini bisa menginspirasi orang lain di masa depan.
Saat acara berakhir, rasanya campur aduk antara lega dan bangga. Kami mulai membongkar stan, mengemas barang-barang, dan menyiapkan semuanya untuk dibawa pulang. Meskipun badan terasa pegal, tetapi ada kepuasan yang tidak bisa disangkal. Karya-karya itu sudah ditampilkan dengan baik, para guru mendapatkan pengakuan atas jerih payah mereka, dan kami, sebagai tim panitia, berhasil menjalankan tugas kami dengan baik.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kerja tim dan ketekunan adalah kunci untuk sukses dalam sebuah acara besar seperti ini. Saya juga jadi lebih menghargai kerja keras guru-guru yang tak kenal lelah dalam menciptakan karya untuk dipamerkan. Di balik setiap karya yang dipajang, ada usaha, dedikasi, dan mungkin malam-malam yang dilewati dengan begadang.
Pameran ini bukan sekadar acara, tetapi sebuah pengingat tentang pentingnya pendidikan dan kreativitas dalam proses pembelajaran. Saya benar-benar merasa beruntung bisa menjadi bagian dari acara ini, meskipun dengan segala tantangan yang ada. Pameran Gelar Karya ini mungkin sudah berakhir, tetapi semangat untuk terus berkarya dan berbagi ilmu akan terus hidup di dalam hati kami semua.



0 Komentar