Sabtu, 28 September 2024 saya berkunjung ke Taman Rekreasi Sengkaling untuk menjadi pendamping pramuka Siaga Kwarran Ngajum dalam acara Pesta Siaga Kwartir Cabang Malang. Ini adalah salah satu momen cukup saya nantikan, bukan hanya sebagai pendamping pramuka tetapi juga ada kenangan mengunjungi tempat rekreasi ini sewaktu masih kecil dulu. Bersama dengan seluruh guru dari SD Negeri 1 Palaan, kami berangkat dengan membawa harapan semoga kegiatan berjalan dengan lancar.
Pesta Siaga ini mempertemukan Pramuka Siaga dari semua Kwarran se-Kabupaten Malang. Begitu tiba di lokasi, suasananya sangat meriah. Stan-stan bazar dari berbagai Kwarran menghiasi area, masing-masing dengan ciri khas dan warna yang berbeda. Di lapangan, bendera berkibar, anak-anak berlarian membentuk lingkaran kecil sesuai warna benderanya.
Dari SDN 1 Palaan, kami mengirim dua siswa, Dimas dan Nadira, untuk berpartisipasi dalam lomba hasta karya sebagai bagian dari tim siaga Kwarran Ngajum. Saya merasa bangga melihat karya yang mereka buat. Mereka tidak hanya membuat kerajinan tangan biasa, tetapi tampak menaruh hati dalam setiap prosesnya. Saat melihat Nadira dengan percaya diri menjelaskan karyanya kepada juri, dedikasinya begitu terlihat.
Selain hasta karya, banyak kegiatan lain yang dilombakan. Ada lomba permainan yang melibatkan kerja sama tim, lomba tari Monel serta lomba melukis yang menunjukkan kreativitas anak-anak dengan mengagumkan. Di tengah acara, saya dan beberapa guru dari SDN 1 Palaan bergantian mengawasi anak-anak. Kami sempat duduk santai, menikmati sejuknya udara Sengkaling, sambil mengobrol tentang beragam talenta yang ada di sini.
Siaga Kwarran Ngajum berhasil membawa pulang beberapa piala dari acara ini. Kami memenangkan juara untuk lomba permainan. Lomba melukis pun memberikan kebanggaan tambahan karena berhasil meraih juara 2. Namun, yang paling mengharukan bagi saya tentu saja adalah saat Nadira diumumkan sebagai juara 3 untuk lomba hasta karya. Semua kerja kerasnya seolah terbayar.
Selama acara, saya dan para guru pendamping lainnya sering bertemu dengan pendamping dari Kwarran lain. Rasanya seperti reuni kecil karena beberapa dari mereka adalah teman-teman lama. Kami berbincang, saling tukar pengalaman, dan berbagi tips seputar pendampingan kegiatan pramuka. Saya belajar banyak dari mereka, terutama tentang cara menjaga semangat anak-anak tetap tinggi. Salah satu guru dari Kwarran lain mengatakan kepada saya, "Kuncinya adalah membuat mereka merasa bahwa setiap pengalaman di sini adalah petualangan." Dan saya berusaha menerapkan hal itu.
Lewat siang, Pesta Siaga ini ditutup dengan upacara penutupan. Melihat wajah ceria anak-anak, saya menyadari bahwa pengalaman mengikuti kegiatan ini jauh lebih penting daripada sekadar kompetisi. Ini tentang bagaimana mereka belajar bekerja sama, percaya pada diri sendiri, dan menikmati proses. Piala dan penghargaan memang penting, namun kebersamaan dan pengalaman yang didapatkan jauh lebih berarti.
Saat kami berkemas untuk pulang, lelah dan bangga bercampur menjadi satu. Kami membawa pulang piala, tetapi yang lebih penting, kami membawa pulang pengalaman yang tak ternilai. Anak-anak belajar banyak, dan saya, sebagai pendamping, juga belajar banyak dari semangat mereka selama acara ini. Pesta Siaga Kwartir Cabang Malang di Sengkaling mungkin telah usai, tetapi semangat pramuka, semangat kerja sama, dan semangat untuk terus belajar dan bertumbuh akan selalu ada. Saya yakin, Dimas dan Nadira juga akan terus membawa semangat ini ke kegiatan pramuka berikutnya.

0 Komentar